Kamis, 31 Agustus 2017

Perlukah Induksi saat Persalinan?

Pada masa – masa akhir kehamilan, biasanya bidan atau dokter kandungan akan memprediksi waktu dimana bayi akan lahir. Prediksi tersebut tentu saja tidak selali akurat 100% dan kadang meleset beberapa hari. Namun jika hitungan tersebut meleset hingga hitungan minggu maka ibu hamil cenderung akan merasa khawatir.

Persalinan yang tidak kunjung datang dan melebihi waktu yang telah diprediksi memang bisa menimbulkan banyak masalah. Beberapa masalah yang bisa timbul jika membiarkan kandungan usianya lebih dari 42 minggu adalah tidak berfungsinya plasenta sehingga asupan oksigen dan makanan pada bayi menjadi terputus dan hal ini dapat menimbulkan kematian bayi dalam kandungan.

Bayi dalam kandungan juga bisa keracunan air ketuban karena air ketuban biasanya kualitasnya sudah menurun pada usia kehamilan diatas 42 minggu. Jika anda mengalami hal ini maka sekarang tidak perlu khawatir lagi karena dokter kandungan bisa melakukan proses induksi. Yaitu sebuah proses untuk merangsang datangnya persalinan.

Namun tidak sembarang ibu hamil boleh diinduksi. Dokter biasanya akan melakukan pengamatan mendetail sebelum memutuskan apakah seorang ibu hamil boleh diinduksi atau tidak. Ibu hamil yang sedang mengandung anak pertama biasanya tidak disarankan untuk menempuh proses induksi.

Proses induksi ini kebanyakan akan meningkatkan resiko Caesar yang lebih tinggi. Hal ini dikarenakan induksi dapat membuat janin di dalam kandungan menjadi terlilit oleh tali pusar sehingga pilihan utama untuk menyelamatkan si janin adalah dengan melakukan operasi Caesar.

Jika dokter menyarankan ibu hamil untuk melakukan induksi, maka ada satu hal yang perlu diperhatikan yaitu asupan makanan. Selama menjalani proses persalinan, ibu hamil biasanya disarankan tidak mengkonsumsi makanan apapun untuk menghindari muntah.

Maka jika dokter menyarankan anda untuk melakukan induksi, ada baiknya jika ibu hamil makan secukupnya sebagai cadangan energi ketika melalui proses persalinan nantinya karena induksi akan menyebabkan proses persalinan berjalan lebih lama dari proses persalinan normal pada umumnya.

Waktu persalinan yang lama ini jelas sangat menguras tenaga sehingga jika anda tidak ingin lemas atau pingsan karena kehabisan energi selama menjalani proses persalinan yang lama, ada baiknya jika anda makan makanan yang mengandung gizi cukup seperti roti gandum, kentang, oatmeal, atau singkong yang dicerna cukup lama sehingga mampu menjadi cadangan energy untuk jangka waktu yang agak lama.

Jika proses persalinan berjalan sangat panjang dan lebih dari 12 jam, tanyakan kepada dokter mengenai jenis makanan apa yang bisa dikonsumsi untuk memulihkan tenaga. Biasanya makanan yang dianjurkan selama proses persalinan adalah buah–buahan atau sup.

Yang harus anda ketahui mengenai induksi ini adalah proses persalinan tidak akan berjalan dengan cepat. Anda tidak akan bisa datang pagi dan kemudian siang sudah bisa mengendong bayi. Proses induksi pada dasarnya adalah sebuah tindakan medis yang dimaksudkan untuk mendorong proses persalinan secara alami atau normal.

Pada kemungkinan yang paling buruk, anda bisa saja menghabiskan waktu selama seharian penuh di rumah sakit hanya untuk menjalani proses persalinan. Tidak perlu takut menjalani induksi jika memang itu diperlukan karena induksi bertujuan untuk menyelamatkan ibu dan janin yang dikandungnya.
Previous Post
Next Post

0 komentar:

Monggo komentar kritik, saran di kolom dibawah ini atau hanya sekedar titip salam ke pacar juga boleh ... :D

Terus jadikan blog footherbal menjadi blog terbaik buat mencari ilmu kesehatan, kehamilan, gaya hidup, kecantikan dan lain sebagainya ... :)

Jangan menaruh link aktif/pasif di kolom komentar ya bosss ... !!!