Sabtu, 02 September 2017

Pencegahan Kejang dan Keracunan pada Kehamilan

Apabila ibu hamil mengalami kejang atau keracunan, ini merupakan penyakit berkepanjangan sehingga penanganan harus sesegera mungkin dilakukan. Hal ini harus ditangani oleh dokter agar dampaknya tidak berpengaruh buruk pada ibu maupun bayi dalam kandungnnya.

Kejang atau keracunan pada ibu hamil biasanya terjadi pada masa kehamilan maupun pada masa nifas. Penyakitnya disebut preekslamsia atau toxemia gravidarum. Penyebabnya sendiri diawali oleh hipertensi. Penyakit ini dikatakan sebagai keracunan, karena hanya terjadi jika wanita sedang hamil saja ataupun setelah melahirkan dan tidak akan terjadi pada wanita yang tidak hamil.

Gejala dalam penyakit preekslamsia mempunyai tahapan dalam terjadinya, bisa berupa preekslamsia ringan hingga parah. Jika hipertensi yang dimiliki 160 per 90 mmHg saat kehamilan dengan urin berprotein (+1), maka preekslamsianya ringan. Namun, jika hipertensi yang menyertai kehamilan 160 per 110 mmHg dan urin berprotein (+3), maka ini sudah termasuk ke dalam preekslamsia tingkat berat.

Bagi ibu hamil yang kehamilannya disertai dengan tekanan darah 135 per 85 mmHg tetap patut waspada. Apalagi jika berbagai keluhan menyertainya, seperti kepala yang sakit dan berkepanjangan, nyeri pad ulu hati, terjadi pembengkakan pada kaki, mual-mual dan muntah, dan pandangan perlahan mengabur. Ini juga dikategorikan sebagai preekslamsia tingkat berat.

Untuk penyebabnya, secara pasti belum diketahui apa penyebab dari keracunan pada kehamilan ini. Tapi, beberapa ahli menyimpulkan beberapa kemungkinan yang menjadi penyebabnya. Masa menempelnya plasenta pada dinding rahim pada masa awal kehamilanlah yang menjadi dugaannya.

Yaitu, ketika plasentasi atau struktur dan jenis plasenta mengalami proses pembentukan, penyakit ini terjadi. Ibu hamil yang mengalami preekslamsia ini tidak mengalami perubahan pembuluh darah rahim yang sempurna.

Berbeda dengan ibu hamil yang tidak mengalami preekslamsia, ketika plasenta menempel pada dinding rahim maka pembuluh darah dan juga plasenta pada rahim akan berubah. Sehingga kebutuhan plasenta juga bayi dalam rahim bisa terpenuhi oleh ibu hamil tersebut.

Tidak sempurnanya perubahan pembuluh sederhana akhirnya mengakibatkan terjadinya komplikasi yang mengancam keselamatan ibu dan bayi.

Dugaan yang menyebabkan hal ini terjadi adalah adanya ketidakseimbangan antara oksigen dan antioksida, adanya kelainan genetik dan sistem kekebalan yang dimiliki oleh ibu hamil, adanya gangguan pada sistem pembekuan darah, serta karena kehamilan yang disertai oleh beberapa penyakit seperti obesitas, diabetes, dan juga ginjal.

Ibu hamil yang menderita penyakit ini biasanya akan mulai merasakannya ketika usia kehamilan masuk tri semester kedua yaitu sesudah 20 minggu usia kehamilan. Juga, akan dirasakan ketika tri semester ketiga yaitu sesudah 30 minggu usia kehamilan.

Beberapa penderita preekslamsia merasakan gejalanya ketika kandungan bahkan belum mencapai usia 20 minggu. Namun hal ini jarang terjadi dan jika itu terjadi maka pragnosisnya semakin buruk karena semakin awal gejalanya.

Resiko yang terjadi jika preekslamsia pada ibu hamil penderitanya tidak segera ditangani adalah terjadinya pendaraan di otak, ginjal akan mengalami kegagalan akut, paru-paru membengkak, kolaps, hingga pada ekslamsia. Ekslamsia merupakan lanjutan dari gejala preekslamsia yang dimulai dengan kejang-kejang. Gejala ini akan berakibat fatal bagi ibu dan bayi.

Apabila diagnosa dokter telah mengatakan bahwa ibu hamil ini menderita preekslamsia atau ekslamsia. Maka, melahirkan bayi adalah salah satu cara penanggulangannya. Namun, mengingat tidak semua ibu hamil ini sudah sampai di usia yang sudah pantas melahirkan, beberapa usia kandungannya masih terlalu muda.

Cara yang bisa dilakukan adalah dengan rawat jalan atau rawat inap khususnya bagi yang sudah menderita preeklamsia yang parah. Ibu hamil diharuskan selalu mengontrol tekanan darahnya.
Previous Post
Next Post

0 komentar:

Monggo komentar kritik, saran di kolom dibawah ini atau hanya sekedar titip salam ke pacar juga boleh ... :D

Terus jadikan blog footherbal menjadi blog terbaik buat mencari ilmu kesehatan, kehamilan, gaya hidup, kecantikan dan lain sebagainya ... :)

Jangan menaruh link aktif/pasif di kolom komentar ya bosss ... !!!