Jumat, 28 Juli 2017

Mengapa Diet Buruk untuk Wanita Hamil

Pertumbuhan janin dalam kandungan sangat dipengaruhi oleh asupan yang dimakan oleh sang ibu. Nutrisi inilah yang kemudian akan dipergunakan untuk membantu perkembangan janin agar bisa lengkap dan sempurna.

Bisa dibayangkan bila asupan nutrisi yang masuk sangat terbatas bahkan tidak mencukupi. Tentu saja hal ini akan mempengaruhi proses pertumbuhan bayi yang bisa mengakibatkan bayi menjadi cacat atau memiliki kelainan lainnya.

Asupan dan jumlah nutrisi yang terbatas seringkali dilakukan oleh mereka yang sedang melakukan diet. Diet berupa pembatasan jumlah kalori dan jumlah makanan yang boleh dikonsumsi setiap harinya akan berakibat buruk bagi perkembangan janin.

Hal inilah yang menjadi alasan utama mengapa wanita hamil tidak diperbolehkan untuk diet karena bisa berakibat buruk pada bayi yang dikandungnya dan juga bisa menyebabkan sang ibu hamil mengalami malnutrisi.

Salah satu efek buruk yang mungkin diderita oleh bayi dalam kandungan apabila sang ibu membatasi asupan nutrisi atau melakukan diet adalah kemungkinan terjadinya kehamilan prematur sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu.

Bayi yang lahir pada usia ini beresiko tinggi mengalami gangguan kesehatan pada sistem pencernaan, sistem penglihatan, perkembangan organ pernapasan dan juga pendarahan otak. Akibat paling parah yang mungkin terjadi adalah kematian bayi.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, diet pada masa hamil akan mempengaruhi kesehatan bayi dan juga sang ibu. Pada hamil, nutrisi yang masuk akan dipergunakan untuk menjaga kesehatan sang ibu dan juga untuk proses pertumbuhan bayi.

Bila asupan nutrisi yang ada dibatasi, maka sang ibu tidak akan mendapatkan cukup energi untuk menjaga kesehatan mereka. Kondisi yang mungkin muncul untuk ibu hamil yang melakukan diet adalah anemia karena kurangnya asupan zat besi yang membangun sel darah merah, rasa lemas karena tidak memiliki cukup asupan makanan yang diolah menjadi energi, pusing dan berbagai kondisi lain yang bisa membahayakan kesehatan ibu hamil.

Lalu, apakah seorang ibu hamil diperbolehkan untuk melakukan puasa? Sepanjang kondisi kesehatan sang ibu hamil cukup baik, maka berpuasa untuk tujuan agama boleh saja dilakukan. Untuk ibu hamil yang berencana untuk melakukan puasa maka hendaknya mereka:
  • Melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan mereka untuk memastikan bahwa kondisi mereka fit dan bisa berpuasa
  • Memastikan bahwa asupan nutrisi yang ada sesuai dengan kebutuhan ibu hamil
  • Tetap mengkonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup dari waktu berbuka hingga sahur untuk menghindari terjadinya dehidrasi.
  • Istirahat yang cukup baik siang maupun malam hari
  • Mengatur pola makan pada sahur agar tetap penuh gizi dan nutrisi
  • Tetap melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur untuk melihat apakah ada pengaruh dari pelaksaanaan puasa itu sendiri seperti penurunan berat badan atau sebagainya. Bila memang ada pengaruh, maka perlu dipertimbangkan kembali apakah perlu melanjutkan puasa ataukah tidak.
Previous Post
Next Post

0 komentar:

Monggo komentar kritik, saran di kolom dibawah ini atau hanya sekedar titip salam ke pacar juga boleh ... :D

Terus jadikan blog footherbal menjadi blog terbaik buat mencari ilmu kesehatan, kehamilan, gaya hidup, kecantikan dan lain sebagainya ... :)

Jangan menaruh link aktif/pasif di kolom komentar ya bosss ... !!!